Menengok Tempat Persemaian Bibit Kopi Hofland yang 100% memberdayakan Warga Lokal.

GLB News – Subang. Bidang Bisnis kopi yang saat ini digeluti oleh Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) dengan Produk andalannya Kopi Hofland ternyata merupakan hasil dari satu sistem mata rantai bisnis yang berkesinambungan dari sektor hulu hingga sektor hilir bisnis kopi.

Untuk mendapatkan biji kopi terbaik yang kemudian diolah menjadi produk terbaik, Koperasi Gunung Luhur Berkah memiliki sistem pembenihan dan pembibitan yang terintegrasi dengan sangat baik. Selain itu secara dari sisi ketenagakerjaan, tak lupa juga memberdayakan warga setempat menjadi pekerja di tempat pembenihan dan pembibitan kopi milik Koperasi GLB tersebut.

Menurut Dwi Mustika owner Kopi Hofland, bahwa dirinya beserta pihak Koperasi Gunung Luhur Berkah sudah berkomitmen dari awal bahwa pemberdayaan masyarakat sekitar merupakan prioritas utama dalam setiap sektor bisnis yang saat ini dijalani.

“Ya kita (produk kopi hofland dan koperasi GLB) dari awal memang berkomitmen untuk menyerap tenaga kerja dan memberdayakan warga lokal, sehingga keberadaan kami bisa dirasakan mafaatnya oleh mereka yang belum atau tidak memiliki pekerjaan” ujar Dwi

Total sekitar 30 orang warga Desa Cupungara Kecamatan Cisalak bekerja di lahan pembenihan dan pembibitan milik Koperasi Gunung Luhur Berkah dan Kopi Hofland ini. Mereka terdiri dari 10 orang pegawai tetap, dan 20 orang pegawai lepas. Untuk pegawai lepas mereka mendapatkan upah Rp. 80.000, per hari di tempat persemaian tersebut.

Seperti misalnya Ai Kartini (37) yang telah bekerja di pembibitan tanaman kopi milik Hofland ini selama 3 tahun. Dirinya menceritakan bahwa sebelum bekerja di tempat tersebut, dirinya hanya seorang buruh harian lepas yang biasa bekerja dengan hanya dibayar upah 40 ribu rupiah per hari. Ai bersyukur dapat bekerja di pembibitan tanaman kopi hofland.

“Alhamdulillah bisa kerja disini, sebelumnya kan tidak menentu yah kerja apa. Sekarang ada pembibitan kopi, warga sekitar sini bisa ikut bekerja.” terang nya menjelaskan

Selain Ai, adapula Pak Dadang (41), warga Kampung Cilalay Desa Cupunagara ini telah bekerja selama kurang lebih 3 tahun di bagian pembibitan kopi. Seperti kebanyakan warga sekitar yang menjadi buruh harian lepas, Dadang pun seperti itu. Semenjak adanya pembibitan tanaman kopi, dirinya bekerja di tempat tersebut.

“Bersyukur yah sebagai warga setempat bisa mendapatkan pekerjaan disini. Senang lah Alhamdulillah” ujar Dadang.

Ditanya mengenai apa harapan untuk Hofland Kopi kedepannya, baik Dadang maupun Ai Kartini berharap semoga kopi Hofland semakin sukses dan jaya. Selain itu mereka berterima kasih telah mempercayakan dirinya menjadi bagian dari Kopi Hofland.

“Semoga semakin sukses, lancar segala urusan. Terima kasih telah menjadi mata pencaharian warga sekitar. Terima kasih juga sudah melibatkan warga menjadi bagian dari keluarga besar Hofland.” Ujarnya yang diamini oleh pekerja yang lain (red)

Bagikan artikel ini

Leave a Comment